Rata-rata pengusaha maupun professional
pada level manajemen junior maupun senior, mayoritas akan mengatakan
kesulitannya mengelola karyawan.
Sudah diajarkan banyak hal, lalu kemudian keluar dan pindah ke perusahaan lain. Terlebih lagi jika perpindahannya ke perusahaan pesaing, rasanya jengkel sekali. Tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada karyawan, karena mereka juga mengejar peluang yang lebih baik untuk berbagai alasan, termasuk kebutuhan finansial. Perusahaan juga harus memperhatikan karyawan agar kontribusi mereka diapresiasi dengan layak, dan diberi kesempatan untuk berkarya sehingga kemampuan, dan pendapatannya juga mengalami peningkatan. Jangan hanya sekedar menuntut kewajiban karyawan, tapi sebagai seorang pemimpin, Anda juga perlu memberikan hak yang seharusnya kepada karyawan.
Keseimbangan Hak dan Kewajiban
Karyawan dan Perusahaan
Salah satu unsur yang membuat perusahaan dapat bertumbuh dengan pesat adalah jika dapat mengelola karyawannya dengan baik. Pengelolaan karyawan tidak hanya dengan menjalankan Reward and Punishment secara efektif, tapi juga mengelola pengembangan karyawan dengan benar, People Development Management, sesuai dengan kapasitas masing-masing personil, dan tentu saja disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan perusahaan.
Program Pengembangan Karyawan tidak hanya dilakukan pada saat perekrutan sampai dengan masa training atau masa percobaan. Tetapi dari waktu ke waktu, setiap personil juga perlu diberi ruang untuk berkembang. Ini tentunya seiring dengan pertumbuhan perusahaan yang membutuhkan personil yang makin cakap dalam mengerjakan tugasnya.
Sebelum Anda merekrut orang baru, lebih baik melakukan evaluasi terhadap karyawan yang sudah ada. Lebih mudah untuk memberikan pelatihan terhadap tim yang sudah ada, dibandingkan dengan merekrut tim baru atau personil baru yang belum mengenal pola bisnis perusahaan Anda.
Continuous Improvement
Saya cenderung memilih melakukan pelatihan internal untuk kebutuhan pengembangan karyawan di berbagai divisi. Dengan cara melakukan transfer pengetahuan dan pengalaman dari para personil di dalam tim. Tidak selalu dimulai dari senior kepada junior, tapi juga bisa dilakukan sebaliknya. Tidak hanya tentang success story, tapi terlebih penting adalah process story.
Metode yang sering saya lakukan adalah Reuse, Reduce, Recycle (Strategi 3R)
Success Story & Process Story
Pola evaluasi yang dilakukan pada tahap REUSE juga sama seperti yang dijabarkan pada artikel sebelumnya :
1. Listing, dilakukan penilaian terhadap seluruh personil dari berbagai
divisi dan pada berbagai
strata jabatan. Evaluasi ini bisa dilakukan melalui 360?
Performance Appraisal, yang
saya anjurkan
untuk diadakan 6 bulan sekali. Mengapa
360?? Agar didapat pandangan dari berbagai personil yang
berinteraksi dengan personil yang
dinilai. Ini penting karena menunjukkan bagaimana yang
bersangkutan bekerja di dalam tim. Apapun jenis pekerjaannya, kerja sama tim dibutuhkan, baik dalam keterlibatan langsung maupun tidak langsung.
2. Stretching,
pada dasarnya memberikan kesempatan pada
personil tertentu yang
mau dan mampu
untuk berkembang lebih dari yang
dikerjakannya saat ini, melalui uji coba pemberian
volume tugas yang
lebih banyak yang
menuntut kecepatan dan ketepatan dalam kuantitas dan kualitas.
Lewat program REUSE, Anda akan menemukan berbagai talent yang belum dikembangkan secara maksimal. Atau bahkan menemukan hidden talent yang selama ini mengerjakan sesuatu yang bukan bidangnya, sehingga performanya hanya biasa-biasa saja. Lewat evaluasi Listing saja, Anda juga dapat melihat seberapa efektif komposisi penempatan personil pada sebuah divisi. Dan apa yang terjadi setelah evaluasi Stretching, seberapa efektif peningkatan atau penurunan produktivitasnya, jika dikaitkan kembali dengan peningkatan profit dan pengendalian biaya.
REDUCE
Seperti pernyataan sebelumnya, semakin sering seseorang melakukan hal yang sama, dia akan semakin mahir karena dari waktu ke waktu akan menemukan efisiensi pada titik tertentu, sehingga pada akhirnya dapat memiliki waktu lebih untuk melakukan pekerjaan yang lain yang masih ada kaitannya dengan pekerjaan intinya.
Karena orang tersebut mampu melakukan pekerjaan A dan B, pada akhirnya perusahaan tidak perlu merekrut 1 orang lagi untuk melakukan pekerjaan B secara terpisah. Cukup 1 orang saja sudah dapat menyelesaikan 2 lingkup pekerjaan.
Terlebih lagi jika orang tersebut diberi peralatan yang menunjang, ia akan dapat menyelesaikan 2 lingkup pekerjaan dengan lebih cepat.
Pada tahap REDUCE, tidak diperlukan penambahan tenaga kerja. Tetapi terjadi efisiensi waktu dan peningkatan produktivitas. Jikalau diperlukan penambahan biaya, lebih diutamakan untuk menunjang produktivitas, seperti gadget, aplikasi maupun alat pendukung lainnya.
Anda perlu melakukan 2 evaluasi pada tahap REDUCE :
1. Deducting, evaluasi ini dilakukan pada
personil yang
mampu menjalankan sistem dan prosedur dengan baik, dengan menggunakan sumber daya yang
tersedia dengan maksimal, dengan waktu pengerjaan lebih cepat dibandingkan rekan-rekannya, dengan hasil sesuai dengan yang
diharapkan atau
bahkan lebih.
2. Adding, adalah dengan memberikan tambahan pekerjaan lain
yang berbeda dengan yang
selama ini dilakukan, tapi masih dalam lingkup
divisi yang sama. Hal
ini dimaksudkan
untuk melihat apakah personil tersebut mampu
untuk dikembangkan ke keahlian
lain.
Lewat tahap REDUCE, Anda akan dapat menentukan Key Performance Indicator dari personil yang memiliki kemampuan lebih atau di atas rata-rata. Kemampuan personil tersebut dapat dijadikan tolok ukur bagi kinerja tim secara keseluruhan, yang juga dapat dijadikan kriteria dalam perekrutan bagi posisi tersebut di kemudian hari. Jika 1 orang dapat melakukan efisiensi kerja dengan baik, bayangkan jika 1 tim juga melakukan yang sama.
RECYCLE
Proses RECYCLE menurut saya adalah proses yang paling menarik di dalam strategi 3R.
Pada proses ini seringkali saya menemukan potensi hidden gem yang membuat seseorang dapat berkembang luar biasa, terlepas dari latar belakang pendidikan dan pengalaman kerjanya. Pada tahap ini, benar-benar membutuhkan personil yang bersedia belajar dan menantang dirinya sendiri untuk mencoba hal-hal baru dan bahkan mengambil tanggung jawab lebih dari strata jabatan yang diembannya saat ini.
Proses RECYCLE pada intinya adalah mendorong potensi-potensi lain yang terdapat pada diri seseorang, yang selama ini tidak pernah digunakan atau bahkan tidak disadari, tapi kemudian ada orang lain yang melihat dan merasakan dampaknya, yang akhirnya memberikan tantangan pada personil tersebut untuk mencoba pekerjaan atau posisi jabatan yang berbeda.
Ada 2 evaluasi yang dilakukan pada tahap RECYCLE :
1. Dividing,
pada evaluasi ini, memungkinkan diadakannya perombakan struktur
divisi, departemen atau
bahkan organisasi secara keseluruhan, berdasarkan hasil evaluasi pada
tahap
REUSE dan REDUCE. Perombakan yang
dilakukan tidak langsung dijadikan sebuah kebijakan, tapi tentunya dilakukan uji coba masa
transisi selama 1-3 bulan. Perombakan didasari pada
kepentingan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya.
2. Multiplicating, adalah pola pengembangan
talent yang tidak hanya berlaku bagi 1-2
orang saja yang
kinerjanya menonjol, tapi secara keseluruhan tim kerja,
yang tentunya ditentukan oleh
kapasitas
masing-masing personil. Karyawan akan mendapat kesempatan
untuk bertumbuh dan mengembangkan kemampuannya, namun perusahaan juga
bersedia memberikan kompensasi yang
seimbang sebagai apresiasi kinerja.
Proses RECYCLE akan membutuhkan pendampingan dari atasannya agar dapat maksimal dan didukung oleh suasana kerja serta kebijakan perusahaan yang memberikan kesempatan bagi karyawannya untuk bertumbuh. Pada proses ini terkesan melakukan trial and error, tapi sebenarnya lebih menuju pada peluang trial and success.
Strategi 3R hanya mungkin dilakukan oleh perusahaan yang memiliki pemimpin yang menjadikan karyawannya sebagai asset atau human capital, tidak pada pola pikir karyawan sebagai sumber daya atau human resource yang hanya perlu dituntut kewajibannya semaksimal mungkin dengan memberikan hak seminim mungkin.
Karyawan juga berhak untuk bertumbuh dan berkembang dengan memberikan ruang untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Pada akhirnya perusahaan juga akan bertumbuh dan berkembang dengan baik dan bahkan melejit, jika karyawannya juga mengalami pertumbuhan dan berkembang dengan baik.
Berani mencoba?