Reuse, Reduce, Recycle adalah istilah yang digaungkan mungkin sekitar 15 tahun yang lalu. Di berbagai tempat umum ditempatkan logo 3 anak panah yang membentuk segitiga, ajakan untuk mengatasi sampah dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik.
Pada perkembangan selanjutnya logo tersebut tidak hanya digunakan terkait masalah kemasan plastik, tapi menjadi simbol pergerakan untuk menjaga kelestarian bumi.
Makna dari Reuse, Reduce, Recycle juga sangat mungkin diterapkan ke dalam pengelolaan usaha, terutama dalam rangka pengembangan ke arah diversifikasi maupun multiplikasi usaha. Tidak hanya terkait pengembangan produk dan jasa yang menjadi unggulan dari sebuah perusahaan, tapi lebih kepada strategi pengelolaan perusahaan.
Menjalankan bisnis tentunya harus menghasilkan profit, selain misi tertentu yang diemban oleh sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.
Profit dapat dicapai maksimal jika biaya dapat dikelola dengan baik.
Pengelolaan profit dan biaya tidak semata-mata diperlukan sesekali saja dalam periode waktu tertentu, tapi harus dilakukan berkelanjutan melalui monitoring dan evaluasi.
Profit meningkat, bukan berarti biaya dapat ditambahkan lagi. Biaya harus dapat dikendalikan melalui efisiensi dari berbagai titik, namun jangan sampai menurunkan efektivitas. Dengan kata lain, pengurangan biaya yang terjadi jangan sampai menurunkan fungsi dari sebuah bagian dalam business process.
Semua keputusan harus ada alasannya, dan harus disadari pula bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Dan konsekuensi yang dipilih adalah yang memiliki resiko paling minim, dengan dampak positif yang semaksimal mungkin. Pilihan tersebut bisa menjadi pilihan terbaik yang telah diperhitungkan sebelumnya dari beberapa pilihan yang dimiliki.
Reuse, Reduce, Recycle (Strategi 3R) adalah pola pikir yang perlu diterapkan pada saat Anda ingin mengembangkan bisnis yang sudah berjalan. Tanpa perlu melakukan investasi yang besar, Anda dapat melakukan diversifikasi dan multiplikasi bisnis lewat pola pikir Reuse, Reduce, Recycle. Pada artikel kali ini, kita akan menggunakan 3 pola pikir tersebut terkait sistem, baik dari proses maupun sumber daya yang digunakan, yang berkaitan dengan pengelolaan profit dan pengendalian biaya.
REUSE
Firman Tuhan menyatakan,”pakailah dengan apa yang ada padamu, jangan yang tidak ada padamu.”
Pada tahap Reuse, kita perlu menggunakan potensi yang sudah ada untuk dikembangkan lebih besar atau lebih luas lagi. Dengan memaksimalkan apa yang sudah ada, penambahan biaya bisa diminimalkan karena diimbangi dengan peningkatan produktivitas.
Ada 2 evaluasi yang dilakukan pada tahap REUSE
1. Listing, dilakukan terhadap sistem yang
berjalan (berbagai alur kerja dalam business
process) dan
sumber daya yang
dimiliki, baik yang
masih digunakan maupun yang
tidak digunakan (mesin, peralatan dan alat pendukung lainnya). Memastikan setiap bagian dalam sistem dan sumber daya yang
ada layak jalan dan layak pakai, dengan menyertakan kondisi yang
sesungguhnya dalam bentuk prosentase (misal: layak pakai 50%,
layak jalan
70%).
2. Stretching, melihat kemungkinan sistem dan sumber daya yang
sudah terdata sebelumnya dikembangkan lebih lagi agar
dapat mencapai kapasitas maksimal dengan tanpa melakukan perubahan sama sekali,
atau dengan melakukan perubahan
minor.
REDUCE
Cukup mudah sebenarnya untuk melakukan Reduce, setelah melakukan 2 evaluasi pada tahap Reuse.
Sistem dan sumber daya yang sudah terdata, diputuskan mana yang akan terus dijalankan atau mana yang akan dihilangkan. Untuk itu, ada 2 evaluasi penting pada tahap Reduce.
Ada 2 evaluasi yang dilakukan pada tahap REDUCE
1. Deducting, bagian pada
sistem dan sumber daya yang
tersedia perlu diputuskan mana
yang tidak lagi dapat berfungsi dan hanya menjadi data
pada inventory, sebaiknya dihilangkan.
Alur kerja yang
tidak menambahkan manfaat, lebih baik tidak dilanjutkan lagi.
Dengan pengurangan pada
titik-titik tertentu, akan mempengaruhi keseluruhan biaya yang
dikeluarkan. Mungkin saja tidak signifikan terlihat pada
secara keseluruhan
proses, tetapi dengan pola pikir Deducting, setiap departemen atau
divisi akan lebih terbiasa melakukan evaluasi secara periodik, sehingga
untuk jangka panjang, pengelolaan biaya menjadi sebuah kebiasaan yang
berjalan dengan baik.
2. Adding, dilakukan pada sistem yang memungkinkan untuk dilakukan Stretching, hanya dengan menambahkan 1 atau beberapa alur kerja tambahan, dilengkapi dengan penambahan alat bantu baik secara fisik maupun digitalisasi, bisa menghasilkan produktivitas yang tinggi. Adding pada sumber daya juga demikian. Hanya dengan sedikit perbaikan atau penambahan komponen, sumber daya tersebut pada akhirnya bisa menghasilkan kapasitas maksimal, dengan biaya minimal.
RECYCLE
Pada
tahap Recycle, sistem dan sumber daya yang
sudah ada dilakukan perombakan untuk menghasilkan sesuatu yang
baru. Bentuk dan fungsinya bisa jadi berubah dari asalnya. Sistem dan sumber daya yang
dirombak bisa berasal dari kondisi yang
prosentase layak pakai dan layak jalannya kecil atau
minim sekali, tapi bisa juga
berasal dari kondisi yang
di atas
rata-rata, namun bisa lebih maksimal lagi jika dilakukan perombakan.
Ada 2 evaluasi penting pada tahap Recycle :
1. Dividing, dilakukan pada
sistem dan sumber daya yang
masih memiliki komponen-komponen yang
memungkinkan
untuk dimanfaatkan dan dikolaborasikan dengan komponen lain
dari sistem dan sumber daya yang
berbeda. Bagi yang
memahami business
process secara keseluruhan, akan mampu mengidentifikasi potensi-potensi dari setiap komponen.
Pada evaluasi ini, sistem dan sumber daya yang
akan dirombak seolah-olah dibongkar satu persatu dan kemudian disatukan dengan komponen dari sistem dan sumber daya yang
berbeda.
2. Multiplicating, diharapkan menghasilkan produktivitas yang
berkali lipat dari sistem dan sumber daya baru hasil perombakan. Meskipun ada kemungkinan diperlukan tambahan biaya untuk perombakan, tapi hasil dari perombakan ditargetkan untuk memberikan dampak yang
lebih baik dari sebelumnya, sehingga layak untuk mengeluarkan biaya perombakan. Biaya yang
dikeluarkan secara keseluruhan pun masih lebih rendah dibandingkan jika mengusahakan sistem dan sumber daya baru.
Reuse, Reduce, Recycle tidak berjalan sewaktu-waktu saja, tapi perlu dijadikan pola pikir yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
Strategi 3R ini juga dapat memberikan daya saing yang lebih tinggi dibandingkan pesaing, karena terbiasa untuk terus berinovasi secara kreatif dengan sistem monitoring dan evaluasi yang terstruktur dan terukur, sesuai dengan kebutuhan internal yang terkait dengan business process yang dijalankan.
Mau tau lebih detail bagaimana implementasinya?
Temukan berbagai cerita menarik dari para alumni program-program pembelajaran di KBC lewat Bizcom maupun Leaders Community.
Selamat mencoba!