Beranda Articles Membenamkan Ketakutan dengan Payung Persiapan

Membenamkan Ketakutan dengan Payung Persiapan

Kingdom Business Community Selasa, 13 Februari 2024 3 menit baca

Menjadi takut dan kuatir adalah hal yang sangat normal sebagai manusia. Namun yang membedakan satu pribadi dengan pribadi yang lainnya adalah dalam caranya mengatasi ketakutannya. Ada yang memendamnya, ada yang membiarkannya seolah olah tidak terjadi apa-apa namun ada pula yang menyadari keadaannya, menerimanya dan mulai mencari jalan keluarnya.

Sebagai pebisnispun kita pasti pernah merasa takut. Misalnya takut dan kuatir dalam memulai usaha baru salah satunya. Orang berpikir hal ini mungkin wajar. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kita memulai bisnis ini. Tidak tahu performa pesaing kita.

Tidak tahu kondisi ekonomi dimasa yang akan datang. Sementara waktu, tenaga dan uang sudah kita berikan. Bagaimana jika tidak berhasil? Waktu terbuang, tenaga dan pikiran habis disertai juga uang melayang.

Benar, semua orang pasti pernah merasakannya. Jadi bagaimana selanjutnya? Kita peluk, sayang-sayang dan besarkan rasa kuatir dan takut gagal ini?

Resiko akan selalu ada dimana saja. Setuju? Kita berjalan kakipun, tidak lepas dari resiko tersandung batu, meski kita sudah berhati-hati.

Mulai aja dulu, begitu tagline salah satu platform toko online. Semoga cukup meneguhkan dan menyemangati kita.

Memang ada benarnya tagline ini, tanpa kita melangkah dulu, kita tidak akan ketemu dengan yang namanya tantangan, halangan dan masalah. Tanpa semuanya ini, ibarat kita sekolah, selalu menghindar ketika ujian. Bisa diterka, kita tidak naik kelas alias tinggal kelas.

Level kita nggak naik. Kita nggak akan sampai diketinggian yang lebih lagi. Dimana pemandangan paling memukau adalah ketika kita mencapai ketinggian tertentu.

Untuk mencapainya memang ada usaha, ada keringat yang dicurahkan bahkan nafas yang tersengal sengal. Tidak ada hasil yang terlihat tanpa usaha yang dilakukan. Singkatnya tidak ada yang instan dan mudah. Semua butuh yang namanya perjuangan. Namun tidak akan kemana mana juga kalau kita berhenti dianak tangga yang namanya kekuatiran dan ketakutan tadi. Pikiran akan membawa kita merayap kemana mana. Kaki mulai gemetar dan dingin. Dan akhirnya kita memutuskan untuk menuruni anak tangga perjuangan tadi. Dan segera menyudahi perjuangan kita.

Menaiki anak tangga perjuangan yang disertai dengan ketakutan akan kegagalan memang tidak akan membawa kita kemana mana. Dan untuk membuat diri sendiri terbebas dari rasa takut gagal adalah dengan tidak menjadi takut? Anak kecil juga tau lelucon ini. Tapi kita bukan anak kecil lagi yang cuma bisa bermain kata tanpa langkah nyata. Langkah nyata kita adalah dengan terus belajar dan melakukan persiapan dengan baik. Apa yang diperlukan, mengantisipasi setiap kemungkinan yang mungkin terjadi. Ibarat kalau sudah tau langit mulai mendung, maka kita tidak perlu kuatir atau takut kehujanan lagi jika kita sudah membawa payung atau jas hujan. Ketika akhirnya benar-benar hujan, kita tinggal membuka payung atau memakai baju hujan kita. Sesederhana itu. Tidak perlu ada kekuatiran yang berlebihan dan tidak beralasan. Kekuatiran tidak akan mengubah apa-apa.

Seorang motivator pernah menasehati untuk mengurangi rasa kuatir kita dengan persiapan.

Berbekal nasehat ini, kita menggerakkan kaki dan mulai melangkah. Angin kencang, ombak dan karang akan mulai kita rasakan seiring perjalanan kita. Namun peta, kompas, baju pelampung , obat-obatan dan persediaan makanan sudah kita siapkan. Tinggal tekad dan semangat untuk terus berjuang. Mumpung masih diawal-awal tahun. Apa iya kita akan menyerah? Yuk mulai aja dulu.