Menjadi
takut dan kuatir adalah hal yang sangat normal sebagai manusia. Namun yang
membedakan satu pribadi dengan pribadi yang lainnya adalah dalam caranya
mengatasi ketakutannya. Ada yang memendamnya, ada yang membiarkannya seolah
olah tidak terjadi apa-apa namun ada pula yang menyadari keadaannya,
menerimanya dan mulai mencari jalan keluarnya.
Sebagai
pebisnispun kita pasti pernah merasa takut. Misalnya takut dan kuatir dalam
memulai usaha baru salah satunya. Orang berpikir hal ini mungkin wajar. Karena
kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kita memulai bisnis ini. Tidak
tahu performa pesaing kita.
Tidak
tahu kondisi ekonomi dimasa yang akan datang. Sementara waktu, tenaga dan uang
sudah kita berikan. Bagaimana jika tidak berhasil? Waktu terbuang, tenaga dan
pikiran habis disertai juga uang melayang.
Benar,
semua orang pasti pernah merasakannya. Jadi bagaimana selanjutnya? Kita peluk,
sayang-sayang dan besarkan rasa kuatir dan takut gagal ini?
Resiko
akan selalu ada dimana saja. Setuju? Kita berjalan kakipun, tidak lepas dari
resiko tersandung batu, meski kita sudah berhati-hati.
Mulai
aja dulu, begitu tagline salah satu platform toko online. Semoga cukup
meneguhkan dan menyemangati kita.
Memang
ada benarnya tagline ini, tanpa kita melangkah dulu, kita tidak akan ketemu
dengan yang namanya tantangan, halangan dan masalah. Tanpa semuanya ini, ibarat
kita sekolah, selalu menghindar ketika ujian. Bisa diterka, kita tidak naik
kelas alias tinggal kelas.
Level
kita nggak naik. Kita nggak akan sampai diketinggian yang lebih lagi. Dimana
pemandangan paling memukau adalah ketika kita mencapai ketinggian tertentu.
Untuk
mencapainya memang ada usaha, ada keringat yang dicurahkan bahkan nafas yang
tersengal sengal. Tidak ada hasil yang terlihat tanpa usaha yang dilakukan.
Singkatnya tidak ada yang instan dan mudah. Semua butuh yang namanya
perjuangan. Namun tidak akan kemana mana juga kalau kita berhenti dianak tangga
yang namanya kekuatiran dan ketakutan tadi. Pikiran akan membawa kita merayap
kemana mana. Kaki mulai gemetar dan dingin. Dan akhirnya kita memutuskan untuk
menuruni anak tangga perjuangan tadi. Dan segera menyudahi perjuangan kita.
Menaiki
anak tangga perjuangan yang disertai dengan ketakutan akan kegagalan memang
tidak akan membawa kita kemana mana. Dan untuk membuat diri sendiri terbebas
dari rasa takut gagal adalah dengan tidak menjadi takut? Anak kecil juga tau
lelucon ini. Tapi kita bukan anak kecil lagi yang cuma bisa bermain kata tanpa
langkah nyata. Langkah nyata kita adalah dengan terus belajar dan melakukan
persiapan dengan baik. Apa yang diperlukan, mengantisipasi setiap kemungkinan
yang mungkin terjadi. Ibarat kalau sudah tau langit mulai mendung, maka kita
tidak perlu kuatir atau takut kehujanan lagi jika kita sudah membawa payung
atau jas hujan. Ketika akhirnya benar-benar hujan, kita tinggal membuka payung
atau memakai baju hujan kita. Sesederhana itu. Tidak perlu ada kekuatiran yang
berlebihan dan tidak beralasan. Kekuatiran tidak akan mengubah apa-apa.
Seorang
motivator pernah menasehati untuk mengurangi rasa kuatir kita dengan persiapan.
Berbekal
nasehat ini, kita menggerakkan kaki dan mulai melangkah. Angin kencang, ombak
dan karang akan mulai kita rasakan seiring perjalanan kita. Namun peta, kompas,
baju pelampung , obat-obatan dan persediaan makanan sudah kita siapkan. Tinggal
tekad dan semangat untuk terus berjuang. Mumpung masih diawal-awal tahun. Apa
iya kita akan menyerah? Yuk mulai aja dulu.