Menghadapi berbagai tantangan di masa
sekarang, tidak hanya sulit untuk generasi muda saat ini. Tapi terlebih sulit
bagi generasi sebelumnya yang sudah terbiasa dengan pola kerja yang sama selama
bertahun-tahun, khususnya bagi generasi Y, X, dan baby boomer, yang masih dalam usia produktif dan aktif bekerja,
atau bahkan yang sudah lebih senior namun sampai saat ini belum memiliki
penerus usahanya.
Perubahan yang terjadi selama 5-10 tahun
terakhir mungkin tidak akan pernah terpikirkan sebelumnya.
Ditambah lagi dengan badai Covid-19 yang
melanda seluruh dunia selama 2020-2021, yang dampaknya masih dirasakan di
beberapa industri saat ini, segala macam perkembangan menuntut setiap individu
yang bekecimpung di marketplace untuk melakukan adaptasi.
Bagi sebagian yang terbiasa bergerak
cepat untuk melakukan manuver, mungkin sudah melakukan berbagai perubahan. Tapi
keadaan yang tidak memiliki kepastian, juga tidak menjamin langkah yang diambil
adalah langkah yang tepat.
Bagi sebagian lagi yang masih
tergopoh-gopoh mengikuti perubahan, rasanya jalan yang diambil tidak pernah
memberikan dampak yang positif.
Ada banyak kondisi yang terjadi, yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, memberikan efek domino yang entah menuju ke arah yang negatif atau malah positif.
Bergetak atau diam ditempat?
Negara-negara di Eropa dan Amerika yang
tadinya menjadi poros pergerakan ekonomi dunia, saat ini bergeser ke
negara-negara Asia yang terbukti mampu bertahan di masa pandemi. Lihat saja
kemajuan China dengan berbagai inovasi luar biasa di bidang teknologi,
konstruksi dan juga transportasi. Belum lagi berbagai produk tekstil
unggulannya sudah melampaui negara-negara Eropa.
Korea yang dikenal dengan Korean Wave
lewat seni dan budaya, merajai perfilman dan musik dunia. Kreativitas seni
mereka merambah secara global. Tidak hanya itu, kemajuan mereka di bidang
Teknologi Medis ternyata meningkat luar biasa dan diakui oleh para ahli medis
dunia. Mereka tidak diam di tempat, tapi terus bergerak dan berinovasi.
Belajar dari berbagai perubahan yang
terjadi, setiap dari kita yang berkecimpung di marketplace perlu untuk meningkatkan kemampuan kita sebagai
individu untuk dapat beradaptasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar
dapat bergerak cepat dan maksimal.
Tindakan yang paling menghambat dan berbahaya adalah tidak bertindak sama sekali karena sudah berada di zona nyaman. Yang lain sudah berlari sekian kilometer, tapi masih saja ada yang belum menentukan pilihan, mau berlari atau berjalan?
Belajar dari berbagai perubahan, lakukan adaptasi & kolaborasi
Ada 3 kunci utama yang perlu Anda
lakukan untuk beradaptasi, Re-skill, Up-skill dan New
Skill. 3 istilah ini saya dengar
pertama kali pada saat gema tentang Revolusi Industri 4.0 bergaung keras
beberapa saat sebelum pandemi pada acara Indonesia Industrial Summit 2019.
Namun yang terjadi saat ini bukan lagi 4.0, melainkan sudah mulai masuk ke 5.0,
sama seperti teknologi telekomunikasi yang sudah sampai ke 5G dan bahkan
persiapan ke 6G. Ditambah dengan pandemi, ada periode adaptasi yang mungkin
sebagian besar tidak sesuai rencana.
Saya ingat pada masa pandemi di 2020, saya malah
banyak kesibukan. Meskipun tidak dapat keluar rumah, banyak kegiatan online
yang bisa saya ikuti. Berbagai kursus online saya coba, karena penasaran dengan
pola pembelajarannya. Dan ternyata belajar online cukup menarik juga. Dari yang
hanya kursus singkat, sampai yang cukup panjang selama 4 bulan. Saya tidak
hanya Re-skill, tapi juga Up-skill dan bahkan belajar New
Skill.
Re-Skill, Up-Skill, New Skill
Re-Skill
Yang saya maksudkan di sini adalah mempelajari ulang kemampuan atau keterampilan Anda dalam mengerjakan sesuatu, tapi kali ini dilakukan dengan cara yang berbeda, yang tentunya berujung ke hasil yang lebih baik dari yang selama ini dilakukan. Yang dilakukan pada Re-skill adalah meningkatkan kemampuan atau keterampilan yang Anda miliki.
Melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda.
Bagi Anda yang sudah bertahun-tahun mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama, mungkin sudah waktunya Anda tinggalkan cara itu dan beralih menggunakan cara lain yang lebih efektif. Bisakah Anda manfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan Anda? Adakah peralatan lain yang bisa digunakan untuk mengerjakan hal tersebut?
Contoh sederhana adalah cara melipat kertas warna sebagai prakarya. Yang umum dibuat adalah model pesawat, kapal, bintang, bentuk-bentuk sederhana. Tapi kemudian Anda mengenal origami, seni melipat kertas dari Jepang. Yang tadinya hanya menghasilkan 3 bentuk, kali ini Anda bahkan dapat membuat berbagai bentuk binatang.
Menambahkan unsur baru pada sesuatu yang sudah ada.
Up-skill
Yang dimaksudkan di sini adalah dengan menambahkan unsur-unsur baru di kemampuan atau keterampilan yang
Melengkapi yang sudah ada sehingga tidak hanya sekedar memberikan nilai tambah, tapi memperluas potensi Anda ke bidang lain.
Anda
miliki sehingga hasil yang dicapai dapat memberikan pemahaman yang lebih luas
lagi.
Masih dengan contoh melipat kertas, Anda sudah
menguasai bentuk-bentuk baru lewat Origami. Tapi kali ini Anda mencoba
menambahkan sesuatu sehingga lebih menarik. Jika tadinya hanya menggunakan 1
warna kertas untuk menghasilkan 1 bentuk, kali ini Anda kombinasi beberapa
warna kertas ke dalam sebuah karya, sehingga bentuk yang Anda hasilkan menjadi
lebih menarik. Anda belajar mengenal komposisi warna.
New Skill
Pada tahap ini, Anda benar-benar belajar kemampuan atau keterampilan baru yang belum pernah Anda pelajari. Boleh saja mempelajari berbagai hal baru, tetapi saya sangat sarankan untuk belajar hal-hal baru yang menunjang kemampuan atau keterampilan yang sudah Anda miliki, kecuali jika Anda memang benar-benar ingin berubah arah, pindah ke pekerjaan yang baru. Tapi ini akan perlu waktu untuk Anda bisa menjadi ahli, dan Anda akan bersaing dengan orang-orang lain yang sudah menjadi ahli atau yang sudah memiliki banyak pengalaman. Pertimbangkan dengan baik upaya Anda untuk belajar New Skill agar tidak sia-sia.
Kembali dengan contoh origami, kali ini Anda sudah menghasilkan berbagai karya yang menarik. Mungkinkan hasil karya Anda bisa dijadikan hadiah untuk momen-momen tertentu bagi orang-orang terdekat? Anda mulai membuat karya origami ke dalam sebuah bingkai cerita untuk momen istimewa. Anda bahkan menempatkan berbagai bentuk ke dalam sebuah komposisi sehingga terbentuk sebuah cerita yang Anda bisa tempatkan ke dalam bingkai kayu atau bahkan box acrylic menjadi sebuah hadiah istimewa. Anda belajar komposisi ruang dan membuat bingkisan unik yang sangat personal.
Keep on moving!
Jangan
berhenti di tempat, tapi Anda harus terus bergerak. Kembangkan Harta Jiwani Anda, perluas Harta Hubungan.
Jangan terburu-buru, pastikan Anda juga sudah mempelajari berbagai aspek sebelum akhirnya mengambil tindakan.
Namun jangan sampai Anda terpaku dengan berbagai analisa sehingga pada akhirnya tidak mengambil tindakan sama sekali, Anda perlu mencoba untuk mengambil tindakan pertama, agar dapat mengetahui dampak yang ditimbukan. Tanpa tindakan, Anda akan tetinggal jauh di belakang.
Jangan
pula menunda-nunda hal-hal sederhana yang bisa dilakukan saat ini.
Semua
pilihan tindakan pasti ada konsekuensinya, tapi Anda bisa memilih mana yang
memiliki resiko paling kecil dengan tanpa mengeluarkan daya upaya yang besar.
Jadikan
Loyal to Process dan Real Spirit of Excellence sebagai
dorongan untuk terus bertumbuh dan berkembang lebih baik dari sebelumnya,
dengan tetap selalu God Centered.
Selamat mencoba!