Beranda Articles Mengatasi Tantangan Perubahan

Mengatasi Tantangan Perubahan

Kingdom Business Community Kamis, 25 Januari 2024 6 menit baca

Menghadapi berbagai tantangan di masa sekarang, tidak hanya sulit untuk generasi muda saat ini. Tapi terlebih sulit bagi generasi sebelumnya yang sudah terbiasa dengan pola kerja yang sama selama bertahun-tahun, khususnya bagi generasi Y, X, dan baby boomer, yang masih dalam usia produktif dan aktif bekerja, atau bahkan yang sudah lebih senior namun sampai saat ini belum memiliki penerus usahanya.

 

Perubahan yang terjadi selama 5-10 tahun terakhir mungkin tidak akan pernah terpikirkan sebelumnya.

Ditambah lagi dengan badai Covid-19 yang melanda seluruh dunia selama 2020-2021, yang dampaknya masih dirasakan di beberapa industri saat ini, segala macam perkembangan menuntut setiap individu yang bekecimpung di marketplace untuk melakukan adaptasi.

Bagi sebagian yang terbiasa bergerak cepat untuk melakukan manuver, mungkin sudah melakukan berbagai perubahan. Tapi keadaan yang tidak memiliki kepastian, juga tidak menjamin langkah yang diambil adalah langkah yang tepat.

Bagi sebagian lagi yang masih tergopoh-gopoh mengikuti perubahan, rasanya jalan yang diambil tidak pernah memberikan dampak yang positif.

Ada banyak kondisi yang terjadi, yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, memberikan efek domino yang entah menuju ke arah yang negatif atau malah positif.


Bergetak atau diam ditempat?


Negara-negara di Eropa dan Amerika yang tadinya menjadi poros pergerakan ekonomi dunia, saat ini bergeser ke negara-negara Asia yang terbukti mampu bertahan di masa pandemi. Lihat saja kemajuan China dengan berbagai inovasi luar biasa di bidang teknologi, konstruksi dan juga transportasi. Belum lagi berbagai produk tekstil unggulannya sudah melampaui negara-negara Eropa. 

Korea yang dikenal dengan Korean Wave lewat seni dan budaya, merajai perfilman dan musik dunia. Kreativitas seni mereka merambah secara global. Tidak hanya itu, kemajuan mereka di bidang Teknologi Medis ternyata meningkat luar biasa dan diakui oleh para ahli medis dunia. Mereka tidak diam di tempat, tapi terus bergerak dan berinovasi.

 

Belajar dari berbagai perubahan yang terjadi, setiap dari kita yang berkecimpung di marketplace perlu untuk meningkatkan kemampuan kita sebagai individu untuk dapat beradaptasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat bergerak cepat dan maksimal.

Tindakan yang paling menghambat dan berbahaya adalah tidak bertindak sama sekali karena sudah berada di zona nyaman. Yang lain sudah berlari sekian kilometer, tapi masih saja ada yang belum menentukan pilihan, mau berlari atau berjalan?


Belajar dari berbagai perubahan, lakukan adaptasi & kolaborasi


Ada 3 kunci utama yang perlu Anda lakukan untuk beradaptasi, Re-skill, Up-skill dan New Skill.  3 istilah ini saya dengar pertama kali pada saat gema tentang Revolusi Industri 4.0 bergaung keras beberapa saat sebelum pandemi pada acara Indonesia Industrial Summit 2019. Namun yang terjadi saat ini bukan lagi 4.0, melainkan sudah mulai masuk ke 5.0, sama seperti teknologi telekomunikasi yang sudah sampai ke 5G dan bahkan persiapan ke 6G. Ditambah dengan pandemi, ada periode adaptasi yang mungkin sebagian besar tidak sesuai rencana.


Saya ingat pada masa pandemi di 2020, saya malah banyak kesibukan. Meskipun tidak dapat keluar rumah, banyak kegiatan online yang bisa saya ikuti. Berbagai kursus online saya coba, karena penasaran dengan pola pembelajarannya. Dan ternyata belajar online cukup menarik juga. Dari yang hanya kursus singkat, sampai yang cukup panjang selama 4 bulan. Saya tidak hanya Re-skill, tapi juga Up-skill dan bahkan belajar New Skill.



Re-Skill, Up-Skill, New Skill



Re-Skill

Yang saya maksudkan di sini adalah mempelajari ulang kemampuan atau keterampilan Anda dalam mengerjakan sesuatu, tapi kali ini dilakukan dengan cara yang berbeda, yang tentunya berujung ke hasil yang lebih baik dari yang selama ini dilakukan. Yang dilakukan pada Re-skill adalah meningkatkan kemampuan atau keterampilan yang Anda miliki.



Melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda.



Bagi Anda yang sudah bertahun-tahun mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama, mungkin sudah waktunya Anda tinggalkan cara itu dan beralih menggunakan cara lain yang lebih efektif. Bisakah Anda manfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan Anda? Adakah peralatan lain yang bisa digunakan untuk mengerjakan hal tersebut?


Contoh sederhana adalah cara melipat kertas warna sebagai prakarya. Yang umum dibuat adalah model pesawat, kapal, bintang, bentuk-bentuk sederhana. Tapi kemudian Anda mengenal origami, seni melipat kertas dari Jepang. Yang tadinya hanya menghasilkan 3 bentuk, kali ini Anda bahkan dapat membuat berbagai bentuk binatang.



Menambahkan unsur baru pada sesuatu yang sudah ada.


Up-skill

Yang dimaksudkan di sini adalah dengan menambahkan unsur-unsur baru di kemampuan atau keterampilan yang 



Melengkapi yang sudah ada sehingga tidak hanya sekedar memberikan nilai tambah, tapi memperluas potensi Anda ke bidang lain. 



Anda miliki sehingga hasil yang dicapai dapat memberikan pemahaman yang lebih luas lagi.

Masih dengan contoh melipat kertas, Anda sudah menguasai bentuk-bentuk baru lewat Origami. Tapi kali ini Anda mencoba menambahkan sesuatu sehingga lebih menarik. Jika tadinya hanya menggunakan 1 warna kertas untuk menghasilkan 1 bentuk, kali ini Anda kombinasi beberapa warna kertas ke dalam sebuah karya, sehingga bentuk yang Anda hasilkan menjadi lebih menarik. Anda belajar mengenal komposisi warna.


New Skill

Pada tahap ini, Anda benar-benar belajar kemampuan atau keterampilan baru yang belum pernah Anda pelajari. Boleh saja mempelajari berbagai hal baru, tetapi saya sangat sarankan untuk belajar hal-hal baru yang menunjang kemampuan atau keterampilan yang sudah Anda miliki, kecuali jika Anda memang benar-benar ingin berubah arah, pindah ke pekerjaan yang baru. Tapi ini akan perlu waktu untuk Anda bisa menjadi ahli, dan Anda akan bersaing dengan orang-orang lain yang sudah menjadi ahli atau yang sudah memiliki banyak pengalaman. Pertimbangkan dengan baik upaya Anda untuk belajar New Skill agar tidak sia-sia.

Kembali dengan contoh origami, kali ini Anda sudah menghasilkan berbagai karya yang menarik. Mungkinkan hasil karya Anda bisa dijadikan hadiah untuk momen-momen tertentu bagi orang-orang terdekat? Anda mulai membuat karya origami ke dalam sebuah bingkai cerita untuk momen istimewa. Anda bahkan menempatkan berbagai bentuk ke dalam sebuah komposisi sehingga terbentuk sebuah cerita yang Anda bisa tempatkan ke dalam bingkai kayu atau bahkan box acrylic menjadi sebuah hadiah istimewa. Anda belajar komposisi ruang dan membuat bingkisan unik yang sangat personal. 



Keep on moving!

Jangan berhenti di tempat, tapi Anda harus terus bergerak. Kembangkan Harta Jiwani Anda, perluas Harta Hubungan.

Jangan terburu-buru, pastikan Anda juga sudah mempelajari berbagai aspek sebelum akhirnya mengambil tindakan.

Namun jangan sampai Anda terpaku dengan berbagai analisa sehingga pada akhirnya tidak mengambil tindakan sama sekali, Anda perlu mencoba untuk mengambil tindakan pertama, agar dapat mengetahui dampak yang ditimbukan. Tanpa tindakan, Anda akan tetinggal jauh di belakang.

Jangan pula menunda-nunda hal-hal sederhana yang bisa dilakukan saat ini.

Semua pilihan tindakan pasti ada konsekuensinya, tapi Anda bisa memilih mana yang memiliki resiko paling kecil dengan tanpa mengeluarkan daya upaya yang besar.

Jadikan Loyal to Process dan Real Spirit of Excellence sebagai dorongan untuk terus bertumbuh dan berkembang lebih baik dari sebelumnya, dengan tetap selalu God Centered.


Selamat mencoba!