Beranda Articles Pemimpin Populis – Bijak & So Bijak

Pemimpin Populis – Bijak & So Bijak

Kingdom Business Community Kamis, 25 Januari 2024 5 menit baca

Rasanya seru juga kalo membahas soal kepemimpinan di era pemilihan presiden di tahun ini.

Bukan untuk berpihak pada salah satu kubu, tapi pembahasan yang saya maksudkan di sini adalah untuk kepemimpinan di dunia kerja, baik Anda sebagai professional maupun pemilik usaha.

Kalo ada yang mengaitkannya dengan salah satu calon presiden, biar bisa jadi pertimbangan Anda juga dalam memilih pemimpin.

 

Kali ini saya ingin membahas tentang Pemimpin Populis.

Populisme atau populis merupakan sebuah pendekatan politik yang mendorong pemimpin untuk dekat dengan rakyat. Ini jika dikaitkan dengan pemimpin rakyat. Yang dalam konteks sebuah perusahaan adalah pemimpin pada jabatan tertentu, yang dalam hal ini saya anggap pemimpin skala Senior Manager atau General Manager dan Pemilik Usaha. 

Pemimpin Populis dianggap sebagai sosok pemimpin yang mendahulukan bawahan atau karyawannya. Segala kebijakan dan peraturan perusahaan mengutamakan bawahan atau karyawannya.

Tentunya hal yang sangat baik jika seorang pemimpin dekat dengan karyawannya, hubungan yang harmonis menjadikan situasi kerja juga menjadi kondusif dan produktif.


Tunggu dulu, apa betul bisa produktif?


Saya mengelompokkan Pemimpin Populis ke dalam 2 tipe :

1.   Pemimpin Populis Bijaksana

Sepertinya pemimpin yang membuat suasana hangat dan nyaman dalam bekerja. Benarkah demikian?

 

2. Pemimpin Populis Sok Bijak

Dari istilahnya saja sudah cenderung negatif dan pesimistis. Seperti apa sosok Pemimpin Populis yang dikatakan Sok Bijak?

 

Pemimpin Populis Bijaksana

Supaya lebih mudah, kita singkat saja menjadi Si Bijak.

Pemimpin Populis dalam kategori ini cenderung menyeimbangkan antara Reward and Punishment.

Tindakannya tegas, tapi juga lembut. Si Bijak akan menerapkan kedisiplinan dalam bekerja, tapi juga bersikap mengayomi, sehingga bawahannya memahami dan melakukan apa yang diperintahkan dengan baik, karena untuk kepentingan bersama.

Si Bijak akan fokus untuk membuat perusahaannya sejahtera, dan membahagiakan karyawannya. Apa yang dilakukannya untuk kepentingan bersama. Membuat arahan dan aturan yang jelas untuk membuat perusahaannya maju, dengan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk dapat bekerja dengan baik, sehingga mereka secara pribadi juga dapat mengembangkan kemampuannya dan mempunyai kesempatan untuk berkarya.


Rasa aman dan nyaman dalam bekerja akan secara otomatis meningkatkan produktivitas.



Penghargaan dan fasilitas kerja diberikan kepada karyawannya sesuai dengan kinerja mereka dan sesuai dengan kemampuan perusahaan. Apa yang dilakukan Si Bijak benar-benar dapat dirasakan ketulusannya oleh para karyawan, sehingga suasana kerja menjadi kondusif, dan tentu saja produktif, karena karyawan merasa nyaman ada di bawah naungan Si Bijak. Saya yakin Si Bijak memahami benar tentang Yielding Rights.

 

Pemimpin Populis Sok Bijak

Si Sok Bijak ini juga cenderung sangat disukai oleh karyawannya. 

Hal-hal yang dilakukannya selalu memihak pada karyawan. Gaji, fasilitas kerja, dipastikan memberikan kesejahteraan bagi karyawan, terlepas dari kinerja karyawan tersebut, maupun kemampuan perusahaan. Operasional harian perusahaan berjalan santai seperti di dalam pertemuan keluarga. Tidak ada target yang jelas, sesuai dengan kemampuan karyawan saja, kalo lelah ya silakan istirahat. Karyawan pasti senang, gak perlu kerja keras, tidak perlu kerja cerdas juga, karena gaji tetap akan dibayar penuh. SOP dianggap merepotkan dan membatasi, lebih baik kerja santai supaya karyawan senang dan setia.

Apa betul seperti itu? Kesenangan dan kesetiaan karyawan hanya pada fasilitas yang diberikan yang diberikan perusahaan lewat kepemimpinan Si Sok Bijak. Jangan berharap ada kinerja dan perusahaan bisa untung. Terlihat ada kegiatan kerja, tapi tidak ada kinerja. 

Si Sok Bijak ingin terus menjadi populis untuk dapat memenangkan hati karyawannya. Siapa yang tidak senang dibayar gaji tanpa perlu kerja keras, dan tidak perlu menjadi cerdas. 

Keinginan populis dari Si Sok Bijak mengabaikan pola pengelolaan perusahaan yang baik. Jangan harap ada pertumbuhan potensi dari para karyawan, karena pemimpin yang seperti ini juga tidak melengkapi dirinya dengan pengetahuan dan ketrampilan untuk mengelola perusahaannya dengan baik.


Kepemimpinan yang tidak sehat akan membawa perusahaan ke dalam kejatuhan.


Kondisi pemimpin seperti ini terjadi biasanya karena ada perusahaan lainnya yang masih dalam 1 grup yang menopang keuangan perusahaan di bawah Si Sok Bijak ini sehingga masih terus bertahan. Tapi kepemimpinan seperti ini sangat tidak sehat, dan kejatuhan dari perusahaan ini hanya tinggal tunggu waktu.

Kedua tipe Pemimpin Populis ini memiliki tindakan untuk menyenangkan karyawan, memberikan fasilitas kerja yang baik agar karyawan merasa betah, tapi dengan tujuan yang berbeda.

Si Bijak akan menyeimbangkan antara kemajuan perusahaan dengan kesejahteraan karyawan. Perusahaan dikelola dengan sistem yang tertata dan termonitor, serta memberikan karyawan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dalam tatanan yang jelas dan terstruktur.  Secara internal, Si Bijak akan memikirkan perkembangan karyawan sebagai faktor penentu bagi kemajuan perusahaan.

Berbeda dengan Si Sok Bijak. Apa yang dilakukannya untuk menyenangkan karyawan berfokus untuk meningkatkan popularitas dirinya dengan gelar Boss Terbaik. Namun kondisi tersebut tidak diimbangi dengan kinerja perusahaan yang menuju ke arah pertumbuhan yang terus menerus mengalami peningkatan. Biaya operasional bisa dipastikan membengkak, tidak diimbangi dengan pendapatan perusahaan. Biaya terus meningkat untuk menambahkan berbagai fasilitas bagi karyawan, tapi tidak ada kinerja yang bisa dibanggakan sehingga membawa perusahaan ke arah pertumbuhan yang positif. 

 

Anda tau pilihan mana yang lebih baik, karena itu Anda perlu evaluasi diri sebagai seorang pemimpin, apakah Anda Si Bijak atau Si Sok Bijak?

Perusahaan dapat berjalan dengan baik karena adanya tim yang bisa bekerja sama dengan baik dan sistem pendukung yang memungkinkan tim bekerja dengan jalur dan arah yang jelas. Tapi untuk semua itu dibutuhkan seorang Pemimpin yang benar, tidak hanya sekedar baik.

Tegas dan lembut menjadi kombinasi yang dibutuhkan untuk menjalankan perusahaan dan mengelola tim. Pemimpin yang menjalankan nilai GLORY pasti akan menjadi pengelola berkat Tuhan yang benar.

 

Terus berkarya untuk menjadi lebih baik. Tetap antusias !