Rasanya seru juga kalo
membahas soal kepemimpinan di era pemilihan presiden di tahun ini.
Bukan untuk berpihak pada
salah satu kubu, tapi pembahasan yang saya maksudkan di sini adalah untuk
kepemimpinan di dunia kerja, baik Anda sebagai professional maupun pemilik
usaha.
Kalo ada yang mengaitkannya
dengan salah satu calon presiden, biar bisa jadi pertimbangan Anda juga dalam
memilih pemimpin.
Kali ini saya ingin membahas tentang Pemimpin Populis.
Populisme atau populis
merupakan sebuah pendekatan politik yang mendorong pemimpin untuk dekat dengan
rakyat. Ini jika dikaitkan dengan pemimpin rakyat. Yang dalam konteks sebuah
perusahaan adalah pemimpin pada jabatan tertentu, yang dalam hal ini saya anggap
pemimpin skala Senior Manager atau General Manager dan Pemilik Usaha.
Pemimpin Populis dianggap
sebagai sosok pemimpin yang mendahulukan bawahan atau karyawannya. Segala
kebijakan dan peraturan perusahaan mengutamakan bawahan atau karyawannya.
Tentunya hal yang sangat baik jika seorang pemimpin dekat dengan karyawannya, hubungan yang harmonis menjadikan situasi kerja juga menjadi kondusif dan produktif.
Tunggu dulu, apa betul bisa produktif?
Saya mengelompokkan Pemimpin
Populis ke dalam 2 tipe :
1. Pemimpin Populis Bijaksana
Sepertinya pemimpin yang
membuat suasana hangat dan nyaman dalam bekerja. Benarkah demikian?
2. Pemimpin Populis Sok Bijak
Dari istilahnya saja sudah
cenderung negatif dan pesimistis. Seperti apa sosok Pemimpin Populis yang
dikatakan Sok Bijak?
Pemimpin Populis Bijaksana
Supaya
lebih mudah, kita singkat saja menjadi Si Bijak.
Pemimpin
Populis dalam kategori ini cenderung menyeimbangkan antara Reward and
Punishment.
Tindakannya
tegas, tapi juga lembut. Si Bijak akan menerapkan kedisiplinan dalam
bekerja, tapi juga bersikap mengayomi, sehingga bawahannya memahami dan
melakukan apa yang diperintahkan dengan baik, karena untuk kepentingan bersama.
Si Bijak akan fokus untuk membuat perusahaannya sejahtera, dan membahagiakan karyawannya. Apa yang dilakukannya untuk kepentingan bersama. Membuat arahan dan aturan yang jelas untuk membuat perusahaannya maju, dengan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk dapat bekerja dengan baik, sehingga mereka secara pribadi juga dapat mengembangkan kemampuannya dan mempunyai kesempatan untuk berkarya.
Rasa aman dan nyaman dalam bekerja akan secara otomatis meningkatkan produktivitas.
Penghargaan dan fasilitas kerja diberikan
kepada karyawannya sesuai dengan kinerja mereka dan sesuai dengan kemampuan
perusahaan. Apa yang dilakukan Si Bijak benar-benar dapat dirasakan
ketulusannya oleh para karyawan, sehingga suasana kerja menjadi kondusif, dan
tentu saja produktif, karena karyawan merasa nyaman ada di bawah naungan Si
Bijak. Saya yakin Si Bijak memahami benar tentang Yielding Rights.
Pemimpin Populis Sok Bijak
Si Sok Bijak ini
juga cenderung sangat disukai oleh karyawannya.
Hal-hal yang dilakukannya
selalu memihak pada karyawan. Gaji, fasilitas kerja, dipastikan memberikan
kesejahteraan bagi karyawan, terlepas dari kinerja karyawan tersebut, maupun
kemampuan perusahaan. Operasional harian perusahaan berjalan santai seperti di
dalam pertemuan keluarga. Tidak ada target yang jelas, sesuai dengan kemampuan
karyawan saja, kalo lelah ya silakan istirahat. Karyawan pasti senang, gak
perlu kerja keras, tidak perlu kerja cerdas juga, karena gaji tetap akan
dibayar penuh. SOP dianggap merepotkan dan membatasi, lebih baik kerja santai
supaya karyawan senang dan setia.
Apa betul seperti itu?
Kesenangan dan kesetiaan karyawan hanya pada fasilitas yang diberikan yang
diberikan perusahaan lewat kepemimpinan Si Sok Bijak. Jangan berharap
ada kinerja dan perusahaan bisa untung. Terlihat ada kegiatan kerja, tapi tidak
ada kinerja.
Si Sok Bijak ingin
terus menjadi populis untuk dapat memenangkan hati karyawannya. Siapa yang
tidak senang dibayar gaji tanpa perlu kerja keras, dan tidak perlu menjadi
cerdas.
Keinginan populis dari Si
Sok Bijak mengabaikan pola pengelolaan perusahaan yang baik. Jangan harap
ada pertumbuhan potensi dari para karyawan, karena pemimpin yang seperti ini
juga tidak melengkapi dirinya dengan pengetahuan dan ketrampilan untuk
mengelola perusahaannya dengan baik.
Kepemimpinan yang tidak sehat akan membawa perusahaan ke dalam kejatuhan.
Kondisi pemimpin seperti ini
terjadi biasanya karena ada perusahaan lainnya yang masih dalam 1 grup yang
menopang keuangan perusahaan di bawah Si Sok Bijak ini sehingga masih terus
bertahan. Tapi kepemimpinan seperti ini sangat tidak sehat, dan kejatuhan dari
perusahaan ini hanya tinggal tunggu waktu.
Kedua tipe Pemimpin Populis
ini memiliki tindakan untuk menyenangkan karyawan, memberikan fasilitas kerja
yang baik agar karyawan merasa betah, tapi dengan tujuan yang berbeda.
Si Bijak akan
menyeimbangkan antara kemajuan perusahaan dengan kesejahteraan karyawan.
Perusahaan dikelola dengan sistem yang tertata dan termonitor, serta memberikan
karyawan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
dalam tatanan yang jelas dan terstruktur. Secara internal, Si Bijak
akan memikirkan perkembangan karyawan sebagai faktor penentu bagi kemajuan
perusahaan.
Berbeda dengan Si Sok Bijak.
Apa yang dilakukannya untuk menyenangkan karyawan berfokus untuk meningkatkan
popularitas dirinya dengan gelar Boss Terbaik. Namun kondisi tersebut
tidak diimbangi dengan kinerja perusahaan yang menuju ke arah pertumbuhan yang
terus menerus mengalami peningkatan. Biaya operasional bisa dipastikan
membengkak, tidak diimbangi dengan pendapatan perusahaan. Biaya terus meningkat
untuk menambahkan berbagai fasilitas bagi karyawan, tapi tidak ada kinerja yang
bisa dibanggakan sehingga membawa perusahaan ke arah pertumbuhan yang
positif.
Anda tau pilihan mana yang
lebih baik, karena itu Anda perlu evaluasi diri sebagai seorang pemimpin,
apakah Anda Si Bijak atau Si Sok Bijak?
Perusahaan dapat berjalan
dengan baik karena adanya tim yang bisa bekerja sama dengan baik dan sistem
pendukung yang memungkinkan tim bekerja dengan jalur dan arah yang jelas. Tapi
untuk semua itu dibutuhkan seorang Pemimpin yang benar, tidak hanya sekedar
baik.
Tegas dan lembut menjadi
kombinasi yang dibutuhkan untuk menjalankan perusahaan dan mengelola tim.
Pemimpin yang menjalankan nilai GLORY pasti akan menjadi pengelola
berkat Tuhan yang benar.
Terus berkarya untuk menjadi lebih baik. Tetap antusias !