Beranda Articles Miracle Production: Kisah Sukses Correct Craft Inc

Miracle Production: Kisah Sukses Correct Craft Inc

Kisah Sukses Aplikasi Built to Bless Kamis, 05 November 2020 10 menit baca

            Sejarah Correct Craft Company (www.correctcraft.com) tak dapat dipisahkan dari sejarah keluarga W.C. Meloon sebagai pendiri perusaahaan itu. Tadinya keluarga ini puritan yang kemudian hijrah dari Inggris ke benua Amerika. Setelah tinggal di Amerika Serikat, (AS) keluarga Meloon tetap berdoktrin kerja keras dan takut akan Tuhan.
 
            Pada awal tahun 1945, Jenderal Angkatan Darat AS Eisenhower sedang merencanakan sebuah serangan ke Berlin, Jerman,  melalui Perancis. Akan tetapi rencana yang hampir dilaksanakan itu terhambat dengan Sungai Rhine yang terbentang di hadapan para serdadu. Sekoci dan amunisi kebutuhan perang harus segera tiba di lokasi yang telah  ditentukan  agar tenhtara AS lebih unggul dibandingkan dengan tentara  musuh yang harus dihadapi. Tentara AS sangat penting menyeberangi Sungai Rhine  pada tanggal 10 Maret 1945. Dan  untuk itu, Jendral Eisenhower memerintahkan pengiriman 569 Storm Boats (SB) pada 5 Maret 1945.
 
            Para insinyur yang bekerja pada  Angkatan Darat AS segera mendaftar perusahaan-perusahaan  yang mampu memenuhi untuk mengangkut SB yang diminta oleh  Jenderal Eisenhower. Perusahaan Correct Craft  termasuk salah satu perusahaan yang memenuhi kriteria Angkatan Darat. Ketika itu  perusahaan Correct Craft sedang meningkatkan kapasitas produksi di pabrik yang baru dioperasikan di Titusville.
 
            Pada tanggal 9 Februari 1945, Meloon mendapat panggilan dari Angkatan Darat AS yang bermarkas di  Washington DC. ”Kami memerlukan 700 SB. Berapa jumlah yang dapat Anda produksi sampai tanggal 28 Februari 1945?  SB pesanan kami adalah tripla-A preference rating, dan apakah Anda bisa menerima seluruh kemungkinan bantuan dan kerjasama dengan  teknisi AS?” tanya kepala teknisi Angkatan Darat. Pertanyaan itu merupakan tantangan dan peluang bisnis bagi Meloon.
 
”Keluarga kami akan berbicara dan berdoa malam ini. Kami akan memberitahu Anda besok,  berapa jumlah SB yang dapat kami produksdi.” Malam hari Meloon  dan seluruh keluarganya berkumpul dan berdoa.
            Keesokan harinya, Meloon memanggil wakil Angkatan Darat dan berkata, ”Kalau Tuhan menghendaki, kami percaya mampu memproduksi 300 SB. Kami belum tahu caranya tapi Tuhan akan menunjukkannya”. Ia berpikir atas suatu kemustahilan karena kemampuan kapasitas produksi normal pada Februari sebelumnya baru 48 unit SB.
 
            Pada hari yang sama, Angkatan Laut AS meminta Correct Craft membangun Plane Rearming Boat (PRB), Navy Whaleboats (NW) dan Plane Personnnel Boats (PPB). Dalam keadaan normal, Angkatan Bersenjata AS tidak menginzinkan konrak produksi dilakukan oleh satu perusahaan untuk mengerjakan pesanan dua angkatan. Namun, saat itu perusahaan milik keluarga Mellon menerima dua kontrak kerja pada saat yang bersamaan. Correct Craft memproduksi pesanan Angkatan Darat di pabrik Orlando sedangkan pesanan Angkatan Laut dikerjakan di pabrik Titusville.
 
            Pada hari Sabtu, 10 Februari 1945, seluruh karyawan bekerja hinggta tengah malam, memersiapkan segala sesuatu untuk peningkatan kapasitas produksi. Semua perlengkapan yang dibutuhkan harus diselesaikan sesecepatnya. Meloon menambah karyawan dari 60 menjadi 320 orang termasuk merekrut banyak wanita yang belum berpengalaman membuat sekoci. Para insinyur Angkatan Darat  mengirimkan teknisi ke pabrik, staf pengawas, pemeriksa, dan bagian logistik material. Terjadilah sebuah proses  kerja raksasa yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.
 
            Untuk menghormati Tuhan, Meloon meminta para pekerja berlibur dan bersyukur pada hari Minggu. Pekerjaan akan dilanjutkan pada hari Senin dini hari. Seorang pengawas berpangkat kolonel Angkatan Darat memprotes tindakan Meloon  karena meliburkan para pekerja pada  Minggu yang berarti kehilangan satu hari kerja dalam seminggu. Kalau  seluruh hari Minggu tetap dijadikan hari libur maka akan kehilangan 3 hari kerja sesuai dengan jangka waktu proyek pembuatan sekoci. Mendengarkan  keluhan kolonel itu, W.C Meloon berkata,  ”Kami memiliki keinginan untuk melakukan pekerjaan ini guna kemuliaan nama Tuhan. Bukanlah kehendak Tuhan untuk bekerja tujuh hari seminggu.”. Dengan resiko pertarungan hukum—sesuai kontrak kerja proyek—Meloon  mengultimatum pihak Angkatan Darat, bahwa perusahaan Correct Craft pasti  menyelesaikan pembuatan sekoci dengan cara Tuhan bekerja atau surat kontrak itu dibatalkan.

            Anggota korps sangat terkejut mendengar jawaban Meloon tersebut. Seluruh pengawas pabrik kalap beroperasi pada hari Minggu untuk menyelesaikan tugas negara yang mendesak dan penting akan tetapi Correct Craft justru memberi istirahat bagi  pegawai pada hari Minggu agar dapat beribadah di gereja. W.C. Meloon meyakinkan pihak pengawas dari Angkatan Darat bahwa cara dia bekerja merupakan sesuatu yang masuk akal agar mereka bisa kembali bekerja pada hari Senin dan lebih efektip setelah mengalami pembaruan fisik dan spiritual pada hari Mingu.
 
”Jika kita memenangkan perang ini, hal itu berkat kehendak Tuhan yang menginginkan kita menang. Bukan karena upaya yang kita kerjakan. Seandainya Tuhan tidak menghendaki, maka kita akan kalah,” tandas Meloon. ”Sebaliknya jika Anda tetap memaksa kami,” katanya dengan wajah serius, ”kami akan kembalikan kontrak ini. Pekerjaan ini tidak mungkin dilakukan manusia tanpa sentuhan Tuhan.” dan akhirnya fihak Angkatan Darat mengalah dan mengikuti cara bekerja Meloon yang tidak pernah melupakan Tuhan.
 
            Ternyata pihak Angkatan Laut di Titusville memiliki keluhan yang sama. ”Lebih baik para pekerja menggunakan waktu yang berharga untuk berproduksi dibandingkan hanya menghadiri kebaktian di gereja pada hari Minggu,” keluhan pengawas dari Angkatan Laut. Keluarga Meloon menjawab keluhan itu dengan cara yang sama ketika menghadapi Angkatan Darat.
 
”If we can’t serve the Lord and U.S Navy at the same time, we just won’t serve the Navy.”  Komandan Angkatan Laut di Jacksonville menyadari keseriusan komitmen perusahaan  kepada Tuhan, kemudian menginstruksikan para pengawas untuk mengizinkan pekerja melaksanakan ibadah pada hari Minggu. Sekali lagi cara Tuhan berhasil.
 
            Seperti yang diharapkan, komplikasi mulai terjadi karena kenaikan produksi yang sangat besar di pabrik Orlando. Karyawan baru tidak berpengalaman membuat sekoci. Kebutuhan pasokan bahan tambahan tak mudah dipenuhi karena kebutuhan besar dalam waktu yang sangat singkat. Truk dan pesawat dikerahkan untuk mengantarkan pasokan yang dibutuhkan. Walaupun cuaca kurang mendukung para supir truk harus berupaya agar seluruh bahan baku bisa diangkut sampai di pabrik Correct Craft sehingga sekoci dapat diselesaikan. Dengan anugrah Tuhan, seluruh bahan baku dapat diangkut ke lokasi tujuan tanpa kurang suatu apapun meski waktu itu sedang musim  dingin dengan lapisan salju yang menebal di jalan-jalan.  Namun, doa dan pengharapan keluarga Meloon dijawab oleh Tuhan dan produksi dilaksanakan tepat waktu.
 
            Pada awalnya, produksi berjalan sangat lambat. Pada hari pertama yakni Senin,  12 Februari 1945 hanya satu sekoci yang berhasil diselesaikan. 3 buah diproduksi pada hari Selasa, 7 sekoci  pada hari Rabu. Dengan  sisa 12 hari, para pekerja dapat menyelesaikan pembuatan  11 buah dari total  300 sekoci yang harus dibuat.
 
            Keluarga Meloon mengadakan persekutuan doa pada tengah malam Minggu. Beberapa karyawan menggelengkan kepala tanda tak percaya. Namun, mereka berdoa dengan sungguh-sungguh memohon bantuan kepada Tuhan agar mereka mampu menyelesaikan proyek besar itu.  Pada hari berikutnya, anak tertua Meloon yakni Walter mencetuskan ide baru cara meningkatkan produksi. Mesin pencetak baru harus dibuat. Kemudian Walter mengontrak seseorang untuk merealisasikan ide barunya.
 
            Pembangunan sekoci dilanjutkan. Pada Kamis, 15 Februari 1945 pabrik baru menyelesaikan 13 buah. Pada keesokan harinya, Jumat, 16 Februari  diproduksi 17 buah dan pada hari Sabtu diselesaikan 21 buah sekoci. Dalam seminggu berhasil diproduksi 62 buah dari target 300 buah. Apakah sisanya dapat diproduksi dalam 6 hari? Sementara pasukan AS yang sedang berperang di benua Eropa sangat membutuhkan sekoci. Keluarga  Meloon berupaya keras menyelesaikan tugas yang telah mereka terima.
 
            Setelah libur pada hari Minggu,  pekerjaan dilanjutkanb lagi pada Senin dini hari tanggal 19 februari 1945. Mesin  baru yang diusulkan oleh Walter mulai digunakan. Dengan mesin baru tersebut, kapasitas produksi dapat ditingkatkan. Jumlah sekoci mulai menumpuk di seputar pabrik, jalan raya dan sekitar pabrik. Meloon mendapat dukungan masyarakat sekitar pabrik. Kapasitas produksi berhasil ditingkatkan menjadi 42 sekoci sehari. Dengan kondisi tersebut, Correct Craft berhasil menyelesaikan seluruh tugas lebih cepat dari jadual yang ditentukan dalam surat kontrak. Produk yang ke-306  diberangkatkan pada tanggal 24 Februari 1945 empat hari lebih awal dari ketentuan semula.  Teknisi Angkatan Darat yang mengawasi proyek sekoci itu berkata, ”Someone other than man did this job. If it had rained only one day, we wouldn’t have accomplished it.”  
 
            Correct Craft juga menerima pekerjaan membuat 100 sekoci lagi  karena 3 rekanan kontraktor lain di AS Utara, gagal memenuhi kuota yang ditetapkan. Corect Craft berhasil menyelesaikan pembuatan 400 lebih sekoci hanya dalam 15 hari.  Kolonel Angkatan Darat yang pernah mengomel karena big boss  Corect Craft menghentikan produksi pada hari Minggu kembali ke pabrik dan berkata kepada Meloon,”You folks certaintly have faith in the Lord. I want to congratulate you.”
 
            Sekoci buatan Meloon diangkut dulu ke New York barulah dikirim ke Eropa. Secara mengejutkan, hanya sekoci buatan Correct Craft yang selesai sesuai dengan spesifikasi teknis. Akibatnya  hanya sekoci buatan Correct Craft yang dapat digunakan pihak militer.
 
            Para karyawan Corect Craft terus berdoa agar sekoci buatan mampu menyeberangkan tentara sekutu dengan selamat. Sesuai dengan catatan sejarah, penyeberangan sungai Rhine berlangsung dengan sukses  dan lebih awal sehingga  tentara sekutu berhasil menghalau Nazi yang kemudian gagal meledakkan jembatan jalan kereta api di Remagen yang dilintasi tentara sekutu. Dua hari kemudian, Adolf Hitler mengeksekusi mati tiga orang bawahannya yang bertanggung jawab atas kegagalan menghamncurkan jembatan Remagen. Sekoci-sekoci  buatan Meloon itu  hanya satu kali menyeberangi sungai Rhine, dan nyawa tentara sekutu selamat. Dalam buletin National Geographic dicatat bahwa 15.000 orang  tentara Amerika Serikat selamat dari keajaiban jembatan Remagen.
 
            Atas kontribusi tentara AS terhadap kemenangan tentara sekutu maka pada tanggal 23 Mei 1945, diadakanlah syukuran di pabrik Meloon. Pemerintah AS memberi penghargaan The Army and Navy E Award kepada pimpinan dan karyawan Correct Craft Inc. Kejadian miracle production itu tetap tercatat dalam sejarah di Washington DC sebagai kenangan yang bersejarah dan dikenang.
 
Inspirasi:
 
Seandainya Anda adalah Pak Meloon, apa yang Anda akan lakukan menghadapi permintaan pasar yang melebihi kapasitas produksi di perusahaan Anda?
Apa yang akan Anda lakukan bila petinggi militer meminta Anda untuk melakukan pekerjaan itu 7 x 24 jam?
Nilai apa yang Anda pelajari dari kisah Pak Meloon yang cocok dengan nilai yang Anda ingin miliki?
Seberapa jauh penerapan nilai itu dalam pekerjaan Anda sekarang ini? Sebutkan alasannya.
Apa yang akan Anda lakukan sehingga nilai dan pekerjaan tidak bertentangan. Sebutkan contoh praktis dan rencana kerja yang akan Anda lakukan dalam jangka pendek, menengah dan panjang.