Beranda Articles RAISING A KID IS MORE DIFFICULT THAN GROWING A START UP

RAISING A KID IS MORE DIFFICULT THAN GROWING A START UP

Paulus Bambang W Santoso Selasa, 07 Juli 2020 2 menit baca

2 Hr ini kami sdg evaluasi sejumlah Startups dlm Final Selection Day yg akhirnya akan masuk ke Demo Day agar dpt funding atau pilot project.

Tidak mudah memang, berjuang dr NOL lagi & sebagian berani meninggalkan profesi & pekerjaan yg mapan di kelas atas untuk jadi founder dikelas teri.

Tentunya semua berharap, teri yg mereka tekuni saat ini, dg berbagai pengorbanan, akan jd ikan hiu atau paus di masa mendatang. Siapa tahu bisa jadi William atau Nadiem.

Harapan besar itu membutuhkan perhatian, pengorbanan, perjuangan yg besar sejak dr kecil. Bahkan ada yg baru basata atau batita, tapi harapannya sdh seperti Astra yg 63 tahun. Itu sikap yg amat bijak dan seharusnya.

Tapi fakta membuktikan, makin lama success rate itu semakin kecil. Dekade lalu sekitar 5%, 5 tahun lalu turun ke 2 %, Mungkin saat ini tinggal 0,5%. Tapi bagi startups founder 0,5 % itulah yg mereka tuju. That's me. Makanya mereka berjuang untuk raising his/her child dg seksama.

Disisi lain setelah retire dr executive Jobs, saya jg memperhatikan how anak Mantu saya raises their daughter.

Tidak mudah, apalagi tanpa zuster. Persis spt keluarga di belahan barat.

Mulai dr makan, minum, mandi, tidur & bermain penuh perjuangan agar bisa memuaskan si anak.

Kami pun sbg Opa & Oma tdk mudah untuk mengajak si cucu bermain ala cucu. Segala teknik dilakukan kadang hasilnya nihil.

Dan semakin dewasapun saya kira anak & cucu bisa mandiri & kita sebagai orang tua bisa lepas diri dan enjoy our retirement.

Ternyata itu juga salah. Anak terus harus dibina. Hubungan hrs terus dipelihara. Tak ada kata berhenti sbg orang tua, tak ada kata pensiun bagi Opa Oma sampai mata memejam selamanya.

Itulah keindahannya. Bagi saya itu kebahagiaannya. Saya masih hrs 'bekerja' for my kids. Saya sdh mengalokasikan tiap senin is my FAMILY Day, where my extended family can call & discuss with us.

Dan itulah perjuangannya. Krn raising a child is more difficult than company, mk saya tdk boleh lengah. Kalau tdk, anak cucu berantakan maka semua reputasi kita jg gugur bukan kata orang lain tp kata hati kita sendiri.

Itu sebabnya yg punya anak, don't let them down.

Salam